Thursday, December 8, 2011

Sahabatku Telah Tiada

Pagi itu aku kayuh pelan sepedaku melewati jalan setapak dibelakang rumah
Baru beberapa kayuh aku terhuyung
Aku terjatuh
Aku tak bisa meneruskan mengayuh sepeda

Pagi itu aku harus membonceng sepeda sepupuku yang juga sahabatku
Perlahan-lahan kami menyusuri jalan raya menuju sekolah
Sampai...

Entah bagaimana semuanya terjadi
Belum sampai satu kilometer
Sepeda kami terhuyung
Ini terjadi sangat cepat
Mungkin hanya sepersekian detik saja


Aku melihat darah bersimbah
Mengucur dari mulut dan hidung sahabatku

Ya Allah apa yang terjadi?
Ternyata itu adalah saat terakhir aku akan melihat sahabatku
Sebuah truk besar telah merenggut nyawanya
Ditikungan itu sopir truk itu tak bisa mengendalikan laju kendaraannya
Dan menyerempet sepeda kami
 

Sahabatku telah tiada
Dia telah pergi
Tuhan...kenapa cuma dia yang Kau ambil
Kenapa Kau biarkan aku yang menganggung rasa bersalah
Rasa bersalah karena membiarkannya pergi
Saat dia bersamaku


Apa benar ini salahku?
Seperti kata para tamu itu
Seandainya aku tak bersama dia, ini semua takkan terjadi


a tribute to : Eka Susilowati, Semoga kau bahagia disana.

No comments:

Post a Comment

Sakit Tak Berdarah

Ini kelanjutan postingan sebelumnya. Maaf kalau spam. Hanya ingin cerita saja... Hari minggu kemarin, ditengah wabah Corona, BKN tetap meng...